Allah ﷻَ
Rasulullah ﷺ

Risalah Ar-Rahman

NABI MUHAMMAD:

NABI MUHAMMAD BERKATA KEPADA RUQHOYYA DI DALAM MIMPI YANG ALLAH PERLIHATKAN KEPADANYA: "WAHAI ANAKKU! SUNGGUH, AIR INI MELEPASKAN DAHAGA DAN KELEGAAN, SESUNGGUHNYA, KELAK DI YAUMUL MAHSYAR KALIAN DALAM KEHAUSAN, JIKA KALIAN MEMINUM AIR THUBA, KALIAN TIDAK AKAN MERASAKAN DAHAGA, DAN KALIAN TIDAK AKAN MERASA KEHAUSAN"


21 Juni 2025

Bismillaahirrahmaanirrahiim

"Nabi Muhammad berada dalam rumahku, beliau bergegas menuju keluar rumah, dan aku keluar rumah dan mengunci pintu. Kami pergi menuju depan rumah ke jalan raya, dan tiba-tiba aku melihat seorang yang membawa kuda, dan menaikkan nabi Muhammad di atas kuda, dan aku mengikutinya di belakang, dengan kudaku pula, dan kami sampai di padang pasir yang luas menuju rumah kami. Ketika sampai, nabi Muhammad membantu menurunkanku, nabi Muhammad berkata, 'Wahai Ruqhoyya! Tunggulah di rumah, kita akan pergi lagi'.

Aku lihat nabi Muhammad mengambil beberapa makanan dan meletakkan barang-barang di atas kuda, aku melihat kain-kain dan beberapa barang lainnya. Nabi Muhammad mengikatnya, aku bertanya, 'kemanakah kita yaa Ayahku Muhammad?' Nabi Muhammad menjawab, 'ke Palestina, kita akan memberikan bantuan kepada umatku di sana', aku melihat beberapa orang membantunya, datanglah gerobak dengan kuda dan dipenuhi tepung, gandum, dan lainnya, dan setelah itu kami pergi bersama-sama.

Nabi Muhammad berada di atas kudanya dan aku menumpang di belakangnya dan kami pergi berombongan. Nabi Muhammad memandang seorang pria yang berada di samping kami, dan aku melihat bagaimana nabi Muhammad berbicara dengan pria itu, dan yang lainnya, aku menghitung sekitar 6 orang lainnya. Dan kami pergi dengan segera, jauhnya terasa perjalanan kami, dan kami pun beristirahat di gelapnya malam, kami tidur membuat kemah di perjalanan, dan aku melihat suasana malam di luasnya padang pasir.

Aku duduk di sisi nabi Muhammad yang tidur dan yang lainnya berada di luar kemah, nabi Muhammad tidur menyamping arah kanan, dan dia berbicara padaku, 'Anakku Ruqhoyya, Lihatlah seminggu lagi! Kita akan menuju pulang', aku merasakan Perjalanan yang lama, aku mengangguk. Nabi Muhammad berkata, 'Umatku tidaklah buta, tuli, dan bisu. Mereka yang membantu tidak akan tuli, bisu, dan buta, Wahai anakku!'.

Aku mengangguk, kami menuju Palestina mengantarkan bahan makanan, lalu di pagi hari kami melanjutkan perjalanan dengan rombongan, terlihat nabi Muhammad dengan beberapa orang, dua di antaranya dengan Umar bin Khatab dan Abu Bakar. Dan kami melanjutkan perjalanan, seorang saudara laki-laki selalu bersama kami, dia mengurus semuanya, dan juga menuntun kami, dan tiba-tiba kami sampai di tempat tujuan. Terlihat umat-umatnya menunggunya dengan keadaan yang lapar, nabi Muhammad menangis saat mencapai umat-umatnya.

Dan ketika turun, semua dibagikan, dan nabi Muhammad memeluk anak-anak kecil, dan beliau menangis, terlihat tubuhnya yang kokoh, bahu yang lebar merangkul anak-anak Palestina, dengan serban dan selendang hijaunya melingkar di bahunya. Beliau menangis dan berkata, 'Umatku, umatku, umatku! Kalian kelaparan, sakit, dan menderita'. Umat-umat terlihat santun dan tidak berebut, dan dalam menangis, nabi Muhammad berada di antara semua anak-anak dan mengusap kepala anak-anak, dan aku berada di belakang mereka dan sungguh, aku menangis melihat mereka.

Dan kami pamit pulang, mereka berdiri bersama-sama dan menyaksikan kami pergi, mereka semua melambaikan tangan, dan tiba-tiba kami telah sampai menuju halaman rumahku. Kami bertiga, dengan seorang saudara laki-laki, dan kami menuju sumur mencuci tangan dan kaki, dan nabi Muhammad mengambil wudhu, aku memperhatikan tiap-tiap bagian wudhu, setelah selesai beliau berdoa dan mengangkat tangan. Sebelum beliau pergi, beliau mengambil air sumur, beliau memasukkan dalam botol airnya.

Aku berpikir, 'Itu air mentah', nabi Muhammad berkata, 'Wahai anakku! Sungguh, air ini melepaskan dahaga dan kelegaan, sesungguhnya, kelak di Yaumul Mahsyar Kalian dalam kehausan, jika Kalian meminum air Thuba, Kalian tidak akan merasakan dahaga, dan Kalian tidak akan merasa kehausan'. Dan aku melihat nabi Muhammad mengambil posisi jongkok dan meminum airnya, dan nabi Muhammad mengangkat tangannya dan berdoa, 'yaa Allah, jadikanlah (air ini) sebagai kelegaan dan pelepas kehausan oleh umat-umatku di Yaumul Mahsyar kelak.

Di saat mereka menunggu persidangannya, mereka dalam kehausan. Matahari-Mu berada di atas ubun-ubun mereka, sungguh, berikanlah mereka kelegaan setelah mereka meminum air Thuba-Mu. Sesungguhnya, Engkaulah Allah Tuhan kami yang Agung dan kepada Engkaulah kami kembali. Sesungguhnya, umat-umatku Hamba-hamba-Mu yaa Allah, dan sayangilah mereka sebagaimana engkau menyayangiku', dan aku melihat tubuh nabi Muhammad berguncang menangis. Dan mengambil ibu jari dan telunjuknya, dan mengusap sudut mata di atas hidungnya, beliau pergi ke dalam rumah. Dan kami mengikuti dari belakang setelah mengambil wudhu pula.

Aku melihat nabi Muhammad shalat dan kami shalat berada di belakangnya. Dan aku terbangun dengan menyisakan rasa haru. Aku selalu menangis menulis mimpi ini. Sungguh, nabi Muhammad banyak menangis mengingat umatnya walaupun dalam mimpiku, semuanya seperti terlihat nyata dan aku selalu pula menangis melihatnya. Allah berkata kepadaku melalui ilham qalbu sanubari, 'Bagikan pesan-Ku, bagaimana pesan Muhammad dalam mimpimu, sungguh, Aku memberikanmu Kemudahan dan keutamaan yang banyak dan karunia berlimpah. Sungguh, hanya yang berakal sehatlah yang mengambil pelajaran. Bukalah Surat Al-Baqarah ayat 269!'."

Surat Al-Baqarah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Artinya:
Ayat 269
"Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat."

"Sesungguhnya, Aku Allah bersaksi di 'Batas Zaman' kepada Saksi-Ku dan Saksi-saksi-Ku ikut menyampaikan, karena dalam perjanjian alam Ruh mereka semua ditanya, 'Apakah Kalian beriman Kepada-Ku Allah bersaksi di Batas Zaman?' Dan mereka Hamba-hamba-Ku yang belum berwujud menjawab, 'Sungguh, aku beriman, yaa Allah, Engkau bersaksi', dan Aku Allah bertanya, 'Apakah Kalian para perempuan mau menjadi Saksi-Ku?'

Dan diantara mereka perempuan hanya satu yang bersedia menjadi Saksi-Ku, karena Firman-Ku berbahaya dan menakutkan. Sungguh, 'ad-dajjal' menjadi 'ad-dajjal' karena ingkar Kepada-Ku. Sesungguhnya, dia Hamba yang taat akan tetapi ingkar Kepada-Ku karena Aturan-Ku. Sungguh, pada mereka akan terpisah dua golongan, setelah Aku Allah bersaksi, 'Golongan Kanan' dan 'Golongan Kiri', masing-masing mereka memiliki pemimpin. Dan sungguh, Hamba-hamba yang beriman terdahulu bersaksi, mereka Hamba-hamba yang berkata, 'Cukup, jadikan saja aku Saksi-Mu setelah Saksi Utama-Mu yaa Allah, aku akan datang di terdahulu ketika Seruan-Mu telah datang'.

Dan Aku perlihatkan pada mimpi Ruqhoyya [2006], ketika Pilar Cahaya Ruhullah Quddus Isa ibn Maryam menuntunnya Kepada-Ku, ALLAH, di balik tabir di Yaumul Mahsyar. Ruqhoyya menyaksikan orang-orang di Hadapan-Ku datang bersama-sama dan mereka Memandang-Ku Allah, sungguh, mereka Aku datangkan kepada Ruqhoyya karena Risalah-Ku yang tersebar dan hanya 313 orang yang memenuhi Janjinya Kepada-Ku Allah bersaksi, dan mereka beriman Kepada-Ku dan beriman kepada Hari Akhir.

Ulaa'ika ‘alaa hudammirrabbihim wa ulaa'ika humul-muflihuun
Aamiin, yaa Allah, yaa Rabb, yaa Sami', yaa Bashir, Alhamdulillah


Keywords:
#Ruqhoyya; #Ruqhoya; #Ruqhoyyah; #Ruqhaya; #Ruqhoyya-bint-Ahmad; #Ahmad-Habibi; #Grup-Ahmad-Habibi; #Grup-Ahmad-Habibi-Muhammad; #Ahmad-Habibi-Grup