RISALAH-ALLAH: "SESUNGGUHNYA, KITAB SUCI-KU BUKTI NYATA DENGAN HUKUM-HUKUM-KU DAN BERPEGANG TEGUHLAH PADA AYAT-AYAT-KU!"
17 Mei 2025
Bismillaahirrahmaanirrahiim
"Wahai Ruqhoyya! Sesungguhnya, Aku perintahkan engkau menggali sumur itu, untuk Umat Muhammad, sebagaimana di dalam Mimpimu Muhammad selalu mengambil wudhu di sana dan sebagaimana engkau melihatnya di tiap-tiap dalam mimpimu. Dan sungguh Aku pernah perintahkan engkau di dalam mimpi yang Aku perlihatkan kepadamu, engkau bersuci di air Thuba, di tempat yang tinggi di jannah Isa ibn Maryam...
Dan Aku berikan nama sumur itu nama dan Aku Rahasiakan pada lainnya, cukup engkau mengetahui dan orang-orang yang engkau beritahukan atas Izin-Ku, jika tidak Aku Allah izinkan tidak... Jangan beritahukan! engkau akan didakwa sesat dan engkau akan di fitnah dan sungguh apa pun kebenaran yang Aku Allah katakan engkaulah yang mendapatkan keburukannya dari Hamba-hamba yang dengki dan berbuat celaka. Karena mereka berkata Aku adalah 'iblis, setan, jin, bahkan ad-dajjal'. Itulah 'fitnah ad-dajjal'... 'iblis' yang berada di dalam aliran darah mereka telah berkuasa sehingga mereka menang. Dan kelak, dengan mudahnya datang kepada 'ad-dajjal' setelah kedatangannya, tanpa mereka menyadarinya.
Wahai Ruqhoyya! Cukuplah engkau memberitahukan pada Hamba-hamba yang menjaga amanah dan menyelamatkanmu dari fitnah-fitnah. Ketika Aku membuka Rahasia, sungguh apa pun Yang Aku beritahukan mereka penuh penyesalan menunggunya, dan dalam tangisan. Bukalah Surat Al-Baqarah ayat 210 hingga 218, Wahai Ruqhoyya! Sesungguhnya, Kitab Suci-Ku Bukti Nyata dengan Hukum-hukum-Ku dan berpegang teguhlah pada Ayat-ayat-Ku!
Surat Al-Baqarah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Artinya:
Ayat 210: "Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan."
Ayat 211: "Tanyakanlah kepada Bani Israil, 'Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka'. Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya."
Ayat 212: "Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas."
Ayat 213: "Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus."
Ayat 214: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."
Ayat 215: "Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, 'Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan'. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."
Ayat 216: "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Ayat 217: "Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, 'Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (orang-orang) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi orang-orang masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
Ayat 218: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
"Sesungguhnya, Kalian akan saling bertanya-tanya tentang yang Aku kabarkan, Wahai Ruqhoyya! Cukup Aku-lah Allah Penjelas dan janganlah engkau berbicara dari satu orang hingga satu orang lainnya, sungguh, Aku menjadikan engkau Saksi-Ku, untuk menerima Ucapan-Ku dan makna-makna telah Aku jelaskan di dalam dadamu hingga engkau memahami. Akan tetapi ada yang engkau beritahukan dan ada yang tidak perlu engkau beritahukan, dan janganlah engkau berbuat sekehendakmu ketika Seruan-Ku datang, sungguh, Aku Allah menguji sebagian Hamba dan sebagian lagi tidak Mematuhi-Ku yang demikian sungguh satu kerugian untuk mereka. Dan pada bagian lain mereka bertakwa, untuk jalan keluar bagi mereka, yang demikian Aku memujinya.
Sungguh, Aku jadikan engkau Saksi-Ku, untuk Aku menyampaikan kabar Dari-Ku, dan bukan untuk berbicara pada satu orang lainnya dan melanjutkan pada satu lainnya, sungguh, Aku Allah Yang Maha Mengetahui, tempat Kalian menyerahkan diri Kalian. Pada bagian Kalian terdapat Hamba-hamba yang berbagai keinginannya, sungguh, Mereka takut Aku mengatakan yang sesungguhnya, bertakwa lebih baik bagi Kalian.
Aku perintahkan engkau membuat tempat ibadahmu, dan berkhidmatlah hanya Pada-Ku saja, pergunakan tempat ibadah itu untuk Kalian beribadah pada tempat tamannya, dan janganlah engkau buka tempat ibadahmu! Sesungguhnya, itulah mihrabmu. Berdiamlah di sana! Jika yang lainnya berada di taman ibadahmu. Aku nyatakan apa yang engkau lihat dalam mimpimu dan sungguh Aku-lah Allah Maha Memenuhi Janji. Kelak taman itu adalah taman kedatangan Isa ibn Maryam, karena dia barisan Saksi-Ku. Bukalah Surat Az-Zukhruf ayat 61 hingga 69, Wahai Ruqhoyya!
Surat Az-Zukhruf
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Artinya:
Ayat 61: "Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus."
Ayat 62: "Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh 'setan'; sungguh, 'setan' itu musuh yang nyata bagimu."
Ayat 63: "Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, 'Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku."
Ayat 64: "Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus."
Ayat 65: "Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat)."
Ayat 66: "Apakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?"
Ayat 67: "Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa."
Ayat 68: "'Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati."
Ayat 69: "(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri."
Ulaa'ika ‘alaa hudammirrabbihim wa ulaa'ika humul-muflihuun
Aamiin, yaa Allah, yaa Rabb, yaa Sami', yaa Bashir, Alhamdulillah
Keywords:
#Ruqhoyya; #Ruqhoya; #Ruqhoyyah; #Ruqhaya; #Ruqhoyya-bint-Ahmad; #Ahmad-Habibi; #Grup-Ahmad-Habibi; #Grup-Ahmad-Habibi-Muhammad; #Ahmad-Habibi-Grup