NABI MUHAMMAD BERKATA KEPADA RUQHOYYA DI DALAM MIMPI YANG ALLAH PERLIHATKAN KEPADANYA: "ANAKKU, DI BATAS ZAMAN ALLAH BERSAKSI, PANGGILAN ALLAH JALAN KESELAMATAN UNTUK KALIAN, AMBILLAH JALANKU! KETIKA PESAN ALLAH DATANG, SUNGGUH, AKU MEMATUHINYA! DALAM FIRMAN ALLAH TERDAPAT RAHMAT, DAN AZAB JIKA INGKAR"
21 Mei 2025
Bismillaahirrahmaanirrahiim
"Aku diperlihatkan mimpi nabi Muhammad turun dari teras rumahku, dia memakai pakaian hijau dan serban yang diselendangkan, nabi Muhammad berkata, 'Wahai Ruqhoyya, Kemarilah anakku!' Dan aku turun dari teras mengikutinya, kami menuju samping rumah, menuju sumur yang aku buat, terlihat di kedua sisi sumur berdiri tegak melintang dan kayu yang melintang untuk mengikat ember, saya berkata, 'yaa Rasulullah! Mesin tenaga listrik akan menarik air menuju bak penampungan air', nabi Muhammad terlihat puas, dan mengangguk, dia berkata, 'Wahai anakku! Lihatlah jumlah airnya! Ini sungguh cukup untuk Kalian, mata air di sini sangat jernih dan bagus, Rahmat Allah untuk Kalian Wahai anakku!'
Dan terlihat nabi Muhammad mengangkat kedua-tangannya, dan berdoa syukur, dan mengusap wajahnya setelah berdoa. Wajahnya tertutup cahaya, tapi aku melihat bagaimana kebesaran dan mulianya wajahnya. Nabi Muhammad berkata, 'Janganlah engkau takjub melihat wajahku anakku! Sungguh, Allah Maha Indah dan Maha Penguasa jiwa-jiwa dan Alam semesta, langit, dan bumi dalam genggaman-Nya, Anakku'. Dan aku mengangguk tersenyum.
Aku melihat nabi Muhammad mengambil wudhu, dan aku melihat setiap bagian, dan menunggunya... Setelah itu nabi Muhammad mengangkat kedua-tangannya berdoa. Nabi Muhammad berkata, 'Pergunakanlah air-air ini Wahai anakku! Umat-ummatku akan mengambil kebutuhan mereka di sini, biarkan sumur ini terbuka, dan tutuplah jika daun-daun dan dari ayam-ayam di sekitar di sini, nanti membahayakan mereka, tutuplah dengan jaringan saja!' Aku berkata, 'yaa Rasulullah, bolehkah sumur ini aku tutup dengan semen coran yang tipis?'
Nabi Muhammad berkata, 'Tidak, Wahai anakku! Biarkan udara dengan bebas keluar masuk seperti nafasmu anakku!' Dan aku tersenyum. 'Pagarlah tempat ini agar terjaga dan berilah atap! Buatlah penampungan air yang besar agar Kalian mudah menggunakannya, seperti yang Allah perlihatkan dalam mimpimu Wahai anakku!' Dan aku mengangguk. Nabi Muhammad mengajakku pergi, kami menuju halaman rumah dan berjalan ke tempat biasa, kami sampai di rumah padang pasir, aku hafal sekali bagaimana bentuknya dan melihat pemandangan yang selalu itu saja.
Dan kami masuk pada rumah kami... Nabi Muhammad duduk di dipannya, tanpa kasur, dan dia duduk dengan cara sunahnya. Aku meletakan secangkir air dan kami duduk berdua di sana. Nabi Muhammad berkata, 'Wahai anakku! Apa yang membuat risau? Apakah kamu takut pada penguasa negeri? Sungguh, Allah menjagamu. Pergilah bersyukur ke tanah suci! Dan berdoalah di sana! Berbuatlah dengan santun dan sopan di tanah Al-Haram!
Janganlah engkau berbuat seperti umrahmu yang lalu, engkau mengusir burung-burung yang makan, dan mengambil gambarmu di sana, itu bukanlah berbuatan terpuji, anakku! Kalian berada di tanah Al-Haram, Perlihatkanlah santun Kalian! Di sana segala amal dilipat-gandakan, dan segala berbuatan buruk walaupun kecil akan membatalkan amal-amalmu'. Dan aku menunduk merasa bersalah melakukan hal yang tidak diridai nabi Muhammad.
Nabi Muhammad berkata, 'Bertaubatlah kepada Allah! Sungguh, Allah Maha memberikan ampunan Wahai anakku! Dan janganlah kamu takut pada penguasa negerinya, ketika engkau menerima perkataan Allah, sungguh perlindungan Allah sangat kuat padamu. Janganlah berbuat yang tidak Allah Ridhai selain beribadah sebaik-baiknya Wahai anakku! Janganlah engkau mengejar makanan-makanan dan hadiah-hadiah yang engkau beli untuk teman-temanmu nanti. Lihatlah! Saudara Kalian di Palestina kelaparan, jika engkau memiliki uang, berilah mereka walaupun sedikit, dan beribadahlah sebaik-baik ibadah Wahai anakku!
Bersantunlah kepada Allah! Perlihatkan dirimu dengan santun di hadapan Allah, walaupun engkau tidak melihatnya, buatlah engkau seakan-akan melihatnya. Dan malulah pada Allah! Saudara Kalian sangat lapar, dan Kalian berburu makanan hingga ke tanah suci. Sebaik-baik Muslim, membantu saudara muslimnya yang menderita kelaparan'. Dan nabi Muhammad menangis, tubuhnya berguncang, 'Umatku sedang menderita di Palestina Wahai Ruqhoyya! Dan panggilan Allah untuk mereka membantu bersama-sama, mereka tidak mendengar', dan aku juga menangis mengingatnya aku berkata, 'Aku sudah memanggil umat-umatmu yaa Rasulullah! Namun mereka tidak memperhatikan'.
Nabi Muhammad melihat ke depan dan aku melihat bagaimana wajahnya sedih. Aku berkata, 'Aku akan memanggil lagi yaa kekasihku Aba Zahra...' Dan nabi Muhammad menutup kedua-matanya, dan menangis dengan tubuh berguncang, 'Katakan pada umat-umatku, yaa Ruqhoyya! Waktu yang Allah janjikan hampir selesai, bantulah bersama-sama saudara Kalian di Palestina sebelum pintu sedekah untuk golongan meraih 'Golongan Kanan' ditutup. Sungguh, Ambillah cara yang mudah!'
Dan aku berkata pada Rasulullah, 'yaa Rasulullah! Apakah Golongan Kanan harus bersedekah ke Palestina yaa Rasulullah?' Rasulullah melihatku, dan dia berkata, 'Anakku, di Batas Zaman Allah bersaksi, panggilan Allah jalan keselamatan untuk Kalian, Ambillah jalanku! Ketika pesan Allah datang, sungguh, aku mematuhinya! Dalam firman Allah terdapat Rahmat, dan Azab jika ingkar.
Bukankah engkau tahu bagaimana Allah berkata, `Siapa pun dari umat-umatmu membantu saudaranya yang kelaparan, tertimpa kezaliman, dan kematian dengan syahid, maka dia akan mendapatkan derajat yang sama pula`, sungguh, Rahman Allah untuk Kalian umat Akhir zaman, ketika Allah telah bersaksi pada Saksinya, bersiap siagalah Kalian! Kembalilah pada jalanku! Menuju Allah dan selamatkan diri Kalian, dan keluarga Kalian, kerabat Kalian, tetangga Kalian, dan saling mengabarkanlah! Dan menujulah ke Palestina dengan sedekah Kalian! Bukankah zaman Kalian zaman yang modern? Dengan semua mudah dijangkau tanpa Kalian pergi pada mereka.
Bersama-samalah dalam sedekah pada saudara Muslim Kalian! Mereka umat-umatku, Rahman Allah sedang ditebarkan pada alam semesta, Ambillah jalan Muhammad! Jalan Kalian peroleh syuhada! Tanpa terkecuali, dan menampakkan keimanan Kalian dan takut tertinggal'. Aku melihat dalam mimpi itu aku menulis setiap ucapan nabi Muhammad, di hadapannya. Dan tiba-tiba seorang pria datang, dan bersalam pada nabi Muhammad, dan nabi Muhammad menepukkan tangannya di tempat duduk seorang pria itu. Nabi Muhammad berkata, 'Jika Allah telah menghadirkanmu, waktu semakin dekat anakku. Dan disanalah Rahmat Allah memenuhi bumi'. Dan aku dibangunkan dan semua menghilang..."
Ulaa'ika ‘alaa hudammirrabbihim wa ulaa'ika humul-muflihuun
Aamiin, yaa Allah, yaa Rabb, yaa Sami', yaa Bashir, Alhamdulillah
Keywords:
#Ruqhoyya; #Ruqhoya; #Ruqhoyya-bint-Ahmad; #Ahmad-Habibi; #Group Ahmad-Habibi; #Ahmad-Habibi Muhammad的Group; #Ahmad-Habibi集團